Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 9 – Pengendalian Hama Kopi

pedoman teknis budidaya kopi pengendalian hama kopi 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 9 - Pengendalian Hama Kopi

Pengendalian hama terpadu merupakan salah satu hal yang harus dilakukan dalam menghasilkan kualitas produksi yang baik. Pedoman teknis budidaya kopi yang menyangkut pengendalian hama terpadu diantaranya sebagai berikut:

Nematoda parasit

Tanaman kopi yang terserang parasit memiliki gejala berikut ini :

  1. Tanaman kopi terlihat berukuran kerdil
  2. Daun kopi yang semula hijau terlihat menguning kemudian berguguran.
  3. Pertumbuhan dahan atau cabang utama pada tanaman kopi terhambat, hal ini dapat dilihat dari Bungan yang dihasilkan sedikit, buah kopi prematur dan buah kopi yang berhasil membesar ketika dibuka isinya banyak yang kosong.
  4. Akar kopi terlihat berwarna coklat dan hitam, bagian akar serabut banyak yang membusuk dan akhirnya tanaman kopi mati.

Langkah yang harus diambil bila tanaman kopi mati karena serangan nematoda parasit adalah mencabut seluruh tanaman kopi tersebut dan mempersiapkan tanaman sulaman yang sudah dipersiapkan. Tanaman untuk tambal sulam tanaman yang mati sebaiknya berasal dari varietas yang tahan hama dan penyakit. Dianjurkan menggunakan tanaman kopi yang dihasilkan dari bibit yang diklon (pembibitan vegetatif) dengan batang bawah berjenis robusta BP308 yang sudah teruji tahan serangan parasit.

pedoman teknis budidaya kopi pengendalian hama kopi » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 9 - Pengendalian Hama Kopi

Bila tanaman kopi terserang parasit dan gejala yang terlihat belum begitu parah bisa segera dilakukan langkah antisipasi yaitu pemupukan dengan cara memberikan pupuk kandang 10 Kg untuk setiap pohon per 6 bulan sekali, dan menambahkan jamur Paecilomyces lilacinus strain 251 dengan takaran sebanyak 20 gram untuk setiap pohon yang dilakukan setiap 6 bulan sekali.

Hama Penggerek Buah Kopi (PBKo)

Cara mengatasi tanaman kopi yang terkena Penggerek buah kopi (PBKo) dengan nama latin Hypothenemus hampei dapat dilakukan antisipasi dengan cara :

  1. Pengendalian secara kultur teknis, yaitu dengan cara:
  • Memutus daur hidup Penggerek Buah Kopi (PBKo)

Beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk memutuskan daur hidup PBKo diantaranya sebagai berikut :

    • Petiklah semua buah kopi yang telah masak (Petik bubuk) menjelang masa panen, biasanya 15 hari atau 1 bulan sebelum panen raya.
    • Buah kopi yang jatuh ke tanah harus dipungut seluruhnya (Lelesan), baik buah kopi yang terserang PBKo maupun yang tidak terserang.
    • Setelah panen kopi, buah yang tersisa ada di pohon kopi harus dipetik seluruhnya (Racutan/ Rampasan)  sehingga buah tidak tersisa di pohon.
    • Rendamlah semua buah kopi yang sudah dikumpulkan baik hasil pengumpulan dari petik bubuk, lelesan maupun racutan di dalam air panas dengan suhu optimal 60 ͦ C, selama sekitar 5 menit.
  • Mengatur naungan agar kondisi lahan tidak terlalu gelap

Aturlah pencahayaan dengan mengatur pohon penaung sedemikian rupa sehingga dapat dihindari kondisi tanaman kopi yang terlalu gelap, karena lahan terlalu gelap bisa mengembangkan PBKo.

  1. Pengendalian secara biologi

Tindakan lain untuk mengantisipasi PBKo adalah dengan cara biologi, yaitu sebagai berikut:

  • Gunakan parasitosid bersama jamur patogen serangga (nama latin : Beauveria bassiana).
  • Jamur Beauveria bassiana digunakan dengan ketentuan pemakaian 2,5 Kg biakan padat atau bisa juga menggunakan spora murni sebanyak 100 gram per hektar lahan.
  • Pemakaian jamur Beauveria bassiana dengan parasitosid dengan ketentuan pemakaian sebagaimana tertera di atas, dilakukan senanyak 3 kali sampai musim panen.
  1. Menggunakan tanaman kopi yang masak secara serentak

Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan PBKo adalah menggunakan bibit tanaman kopi yang masak secara serentak. Beberapa jenis unggul yang bisa digunakan diantaranya:

  • Untuk jenis kopi Arabika : menggunakan varietas (bibit dari biji kopi) dan jenis bibit unggul USDA 762.
  • Untuk jenis kopi Robusta : menggunakan bibit unggul klon yang dibuat dari kombinasi klon robusta BP 42, robusta BP 234 dan robusta BP 288 untuk penanaman di lahan kopi dataran rendah, dan bibit unggul yang diperoleh dari kombinasi klon robusta BP 42, robusta BP 358 dan robusta BP 409 untuk penanaman di lahan kopi dataran tinggi.

Penyakit karat daun

Penyakit karat daun atau Hemileia vastatrix biasa menyerang jenis kopi arabika. Kopi jenis lain terutama robusta cukup tahan terhadap penyakit karat daun ini. Cara mengatasi penyakit karat daun diantaranya sebagai berikut:

  1. Pengendalian cara hayati

Mengatasi penyakit karat daun diantisipasi dengan menanam bibit kopi Arabika yang tahan terhadap serangan hama karat daun diawal penanaman kopi bila diketahui di daerah tersebut sering terjadi serangan hama ini. Bibit kopi arabika yang tahan hama karat daun diantaranya jenis kopi arabika S 795 , kopi arabika USDA 762 dan kopi arabika Andungsari 2K.

  1. Pengendalian cara kultur teknik

Mengantisipasi serangan karat daun dapat dilakukan dengan memperkuat ketahanan tanaman terhadap penyakit dan kebugaran tanaman dengan cara pemupukan yang baik dan berimbang secara rutin dan berkelanjutan, pemangkasan daun dan penanaman pohon penaung yang cukup dengan pengaturan jarak tanam yang optimal sehingga cahaya bisa menyebar di lahan kopi.

Artikel Terkait: