Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 7 – Penanaman Bibit Kopi

pedoman teknis budidaya kopi penanaman bibit kopi 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 7 - Penanaman Bibit Kopi

Penanaman bibit kopi di lahan perkebunan kopi merupakan fase yang dilakukan dalam budidaya kopi setelah bibit siap dipindahkan dari bedeng pembibitan ke lahan perkebunan. Penanaman bibit tanaman kopi sebaiknya dilakukan setelah pohon penaung tumbuh dengan baik di pinggiran lahan perkebunan kopi.

pedoman teknis budidaya kopi penanaman bibit kopi » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 7 - Penanaman Bibit Kopi

Berikut ini langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pedoman teknis budidaya kopi fase penanaman bibit kopi, diantaranya sebagai berikut :

Membuat lubang tanam

  1. Buatlah lubang tanam di lahan perkebunan kopi semenjak 6 bulan sebelum penanaman bibit kopi. Pembuatan lubang tanam dilakukan ketika benih kopi sedang dikembangkan di bedeng pembenihan.
  2. Ukuran lubang tanam untuk tanaman kopi  pada permukaan tanah adalah panjang 60 cm dan lebar 60 cm, sedangkan ukuran lubang tanam di bagian dasar (di dalam tanah) adalah panjang 40 cm dan lebar 40 cm, dan kedalaman lubang tanam 60 cm. lubang tanam berbentuk trapesium, besar di bagian permukaan tanah dan mengecil ke dalam tanah.
  3. Pembuatan lubang tanam harus mengacu pada ketentuan jarak tanam kopi sesuai jenis kopi yang akan ditanam. Ukurlah jarak antar lubang tanam kemudian pasang ajir pada bagian tengah yang akan dijadikan lubang tanam.
  4. Tanah bekas galian lubang tanam ditempatkan dipermukaan tanah dipinggir lubang tanam. Tanah bekas galian lubang tanam harus dipisahkan antara tanah bagian permukaan/bagian atas (tanah sedalam 20 cm dari permukaan tanah) dan tanah bagian dalam/bagian bawah (tanah dibawah bagian permukaan sampai ke dasar lubang tanam). Simpan tanah bagian permukaan di pinggir lubang tanam sebelah kiri dan tanah bagian dalam dipinggir sebelah kanan.
  5. Tiga bulan sebelum penanaman bibit, tutuplah lubang tanam 2/3 bagian dengan tanah bagian permukaan (bagian atas)  yang dicampur dengan pupuk kandang atau pupuk hijau/kompos atau bahan-bahan organik.
  6. Pasanglah ajir ditengah lubang tanam yang telah ditutup tanah.
  7. Lahan yang kosong selama persiapan lahan bisa ditanami tanaman semusim seperti tanaman jagung, kacang-kacangan, ubi jalar dan lain sebagainya.

Proses Penanaman

  1. Bibit kopi ditanam setelah bibit kopi berada dalam kondisi siap tanam dan sehat, dan pohon penaung sudah tumbuh dan berfungsi dengan baik dengan kriteria bisa meneruskan cahaya sebesar 30-50% dari cahaya matahari langsung.
  2. Pilihlah bibit yang sudah siap tanam dengan menyeleksi pertumbuhannya yang normal dan terlihat kekar dan segar. Salah satu ciri bibit kopi siap tanam di lahan perkebunan adalah bila sudah tumbuh 6-8 pasang daun yang tumbuh dengan normal dan sepasang cabang primer.
  3. Waktu penanaman yang baik adalah diawal musim penghujan. Dengan demikian pembudidaya kopi bisa memperhitungkan waktu mulai menyemai benih atau waktu memulai mempersiapkan lubang tanam (6 bulan sebelum proses penanaman). Waktu penanaman yang kurang baik adalah di awal musim kemarau, dan hindarilah melakukan proses penanaman benih ketika panas terik.
  4. Padatkan tanah pada lubang tanam sebelum memulai proses penanaman agar ruang kosong tanah terisi sehingga nantinya akar tidak akan menggantung di tanah yang gembur (banyak ruang kosong), kemudian cangkullah kembali tanah pada lubang tanam sedalam 30 cm.
  5. Ketika akan memasukan bibit ke lubang tanam, potonglah akar yang terlalu panjang. Bila bibit kopi berada di dalam polibeg pindahkan bibit ke lubang tanam dengan memotong bagian dasar polibeg (2-3 cm dari bawah), kemudian tarik atau sobeklah plastik polibeg bagian pinggir.
  6. Masukkan bibit dari polibeg beserta tanah medianya, dan tutuplah kembali lubang tanam dengan bagian permukaan berbentuk cembung (gundukan tanah) agar air tidak menggenang.
  7. Periksalah tanaman selama musim penghujan, bila ada tanaman yang mati segeralah lakukan penyulaman yang diambil dari bibit cadangan untuk seleksi dan penyulaman.

Artikel Terkait: