Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 6 – Cara Pembibitan Generatif dan Persemaian Biji Kopi

pedoman teknis budidaya kopi cara pembibitan generatif dan persemaian biji kopi 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 6 - Cara Pembibitan Generatif dan Persemaian Biji Kopi

Berikut ini cara pembibitan kopi secara generatif:

  1. Siapkan benih kopi unggul, benih bisa didapatkan di berbagai produsen yang menyediakan berbagai benih kopi unggul yang terpercaya dan sudah mengantongi SK Menteri Pertanian. Hal ini agar mendapat benih kopi yang benar-benar unggul, sehat (tidak berasal dari induk kopi yang terserang hama dan penyakit) dan produktivitasnya tinggi.
  2. Jumlah benih yang dibutuhkan disesuaikan dengan jarak tanam pohon kopi, jarak tanam ini disesuaikan dengan jenis kopi yang akan ditanam. Kebutuhan benih yang sudah dihitung sebaiknya ditambah benih cadangan sebanyak 20% dari jumlah benih yang dibutuhkan untuk seleksi benih yang tumbuh dengan baik dan untuk keperluan sulaman bila ada benih yang tidak tumbuh atau mati.

pedoman teknis budidaya kopi cara pembibitan generatif dan persemaian biji kopi » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 6 - Cara Pembibitan Generatif dan Persemaian Biji Kopi

Panduan umum kebutuhan benih kopi untuk lahan 1 hektar diantaranya:

a. Kebutuhan benih kopi dengan jarak tanam pohon kopi 2,0 m x 2,0 m adalah sebanyak 4.375 benih

b. Kebutuhan benih kopi dengan jarak tanam pohon kopi 2,0 m x 2,5 m adalah sebanyak 3.500 benih

c. Kebutuhan benih kopi dengan jarak tanam pohon kopi 2,5 m x 2,5 m adalah sebanyak 3.000 benih

Berikut ini jumlah kebutuhan benih tanaman kopi arabika yang lebih spesifik dalam 1 hektar lahan, diantaranya:

i) Benih tanaman kopi arabika yang agak katai

Jenis kopi arabika unggul yang agak katai yang dianjurkan diantaranya jenis kopi arabika AS 1 dan kopi arabika Sigarar Utang.

  • Bila menggunakan jarak tanam 2,0 m x 2,0 m maka kebutuhan benih kopi sebanyak 2.500 benih.
  • Bila menggunakan jarak tanam 3,0 m x 1,5 m maka kebutuhan benih kopi sebanyak 2.200 benih.

ii) Benih tanaman kopi arabika tipe jagur

Beberapa jenis benih kopi arabika unggul tipe jagur diantaranya; benih kopi arabika jenis AB 3, kopi arabika USDA 762, kopi arabika Gayo1, kopi arabika Gayo 2 dan kopi arabika S 795.

Bila penggunaan benih tersebut menggunakan lahan dengan jarak tanam  2,5 m x 2,5 m maka kebutuhan benih sebanyak 1.600 benih.

  1. Setelah benih siap, maka benih harus secepatnya dijadikan kecambah.
  1. Membuat bedengan pesemaian

Benih kopi unggul dalam bentuk biji kopi harus segera disemaikan, berikut ini merupakan langkah-langkah membuat bedengan untuk persemaian benih kopi, diantaranya:

  1. Pilihlah lokasi pembuatan bedengan persemaian benih yang dekat dengan lokasi pembenihan (pembesaran bibit kopi) dan lokasi penanaman pohon kopi, dan bisa diawasi dengan mudah.
  2. Pemilihan lokasi bedengan persemaian harus dekat sumber air, dan aturlah drainase bedengan dengan baik.
  3. Buatlah bedengan persemaian di tanah yang datar.
  4. Tanah yang akan digunakan untuk persemaian harus gembur dan bebas cendawan akar kopi serta nematode parasit hama kopi.
  5. Cangkullah tanah untuk bedengan persemaian sambil dibersihkan dari sisa akar dan cabutlah rumput yang masih tersisa.
  6. Bedengan dibuat dengan memanjang mengikuti arah utara-selatan. Lebar bedengan berkisar antara 80-120 cm. Panjang bedengan disesuaikan dengan banyaknya benih yang akan disemaikan atau sesuai kebutuhan.
  7. Tanah bedengan persemaian ditinggikan sekitar 20 cm, bisa ditambah tanah yang gembur dan pada bagian atas tanah ditaburi lapisan pasir halus setinggi 5 cm.
  8. Bagian pinggir tanah bedengan persemaian diberi penahan dari bambu atau bata merah.
  9. Bagian atas bedengan diberi naungan atau atap untuk menahan sinar matahari langsung dan hujan. Tinggi naungan di sebelah Barat sekitar 120 cm, dan tinggi di sebelah Timur 180 cm. Bahan penutup atap bisa dibuat dari daun kelapa, daun tebu, alang-alang dan lain sebagainya.
  10. Lakukan pencegahan munculnya nematoda parasit. Caranya dengan melakukan fumigasi menggunakan Vapam dengan dosis 100 ml per/10 liter air untuk setiap meter bedengan.
  11. Kemudian tutuplah bedengan dengan plasti selama 7 hari.
  12. Setelah 7 hari, benih biji kopi bisa disemaikan di bedengan.
  1. Penyemaian Biji Kopi

Bila bedeng penyemaian sudah siap untuk ditanami benih biji kopi, berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penyemaian biji kopi:

  1. Siramlah bedengan dengan air yang cukup banyak sampai basah (jenuh).
  2. Benamkan benih biji kopi di bedeng persemaian sedalam 0,5 cm dengan ketentuan permukaan biji yang rata menghadap ke bawah.
  3. Jarak tanam benih biji kopi di persemaian 3 cm x 5 cm.
  4. Setelah benih biji kopi dibenamkan ke dalam tanah bedengan secara merata sesuai jarak tanam, kemudian taburkan alang-alang kering, potongan jerami atau lainnya untuk melindungi benih ketika disiram air atau ketika panas matahari cukup terik.
  1. Pemeliharaan di pesemaian

Setelah benih kopi disemaikan, langkah selanjutnya adalah pemeliharaan rutin harian benih dipersemaian. Langkah pemeliharaan rutin harian di persemaian diantaranya:

  1. Lakukan penyiraman air pada benih di bedengan setiap hari dengan menggunakan gembor.
  2. Air penyiraman harus bersih dan bebas dari pestisida dan bahan kimia berbahaya lainnya.
  3. Bila tanah bedengan basah oleh hujan, penyiraman tidak perlu dilakukan.
  4. Periksalah tanah persemaian jangan sampai tergenang air.
  5. Bersihkan dan cabutilah tanaman liar dan rumput-rumput yang baru tumbuh.
  6. Lama waktu persemaian benih kopi sampai stadium kepelan, yaitu ketika sepasang daun yang tumbuh dari kecambah benih mulai membuka. Ketika daun sudah muncul dan membuka maka bisa dilakukan langkah pemindahan benih-benih ke tempat lain yaitu bisa dipindah dengan dua cara:
  • Benih dipindahkan ke bedeng pembenihan
  • Atau benih dipindah ke polibeg (media kantong plastik untuk pertanian)
  1. Membuat Bedengan Pembenihan

Bedengan pembenihan berfungsi untuk tempat pembesaran kecambah benih kopi dari persemaian hingga menjadi bibit yang siap tanam di lahan perkebunan kopi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan bedengan pembenihan diantaranya sebagai berikut:

  1. Lokasi bedeng pembenihan berada di dekat lahan penanaman kopi.
  2. Teknis cara pembuatan bedeng pembenihan sama seperti membuat bedeng persemaian. Namun bagian atap atau naungan ditutup dengan daun-daun atau lainnya yang bisa meneruskan cahaya matahari, seperti daun lamtoro.
  3. Tanah yang digunakan sebagai media tumbuh benih kopi pada bedeng pembenihan diolah dengan campuran sebagai berikut:
  • Bila tanah standar: buat campuran tanah permukaan, pasir dan pupuk kandang dengan menggunakan perbandingan 3:2:1.
  • Bila tanah sudah gembur : buat campuran tanah dengan pupuk kandang, menggunakan perbandingan 3:1.
  • Bila menggunakan tanah hutan bagian permukaan (lapisan tanah humus) sampai kedalaman 20 cm: tidak perlu dicampur pasir atau pupuk kandang.
  • Aturlah jarak tanam benih di bedeng pembenihan dengan jarak 20 cm x 25 cm.
  1. Cara Penanaman Benih Dalam Polibeg

Pemindahan benih yang disemai dipersemaian bisa langsung dipindah ke media polibeg untuk pertumbuhan sampai menjadi bibit kopi siap tanam di lahan perkebunan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penanaman di poli beg diantaranya sebagai berikut:

  1. Polibeg (kantong plastik) yang digunakan berukuran 15 cm x 25 cm dengan ketebalan plastik 0.08 mm. Ukuran polibeg tersebut bisa disesuaikan dengan jenis kopi yang akan ditanam.
  2. Lubangi polibeg sebanyak 15 titik.
  3. Masukan media tanam ke dalam polibeg dan siramlah media sampai basah.
  4. Lakukan penataan polibeg di bedengan dengan kisaran jarak antar polibeg sekitar 7 cm.
  5. Ketika akan menanam benih ke polibeg, seleksilah benih atau kecambah pertumbuhannya normal dan terlihat sehat. Akar benih dipotong sepanjang 5-7,5 cm dari pangkal.
  6. Masukan benih ke polibeg dengan cara melubangi media tanah di polibeg (ditugal) sedalam 10 cm, kemudian masukan benih dengan posisi akar lurus (tidak terlipat atau bengkok), lalu padatkan tanahnya agar akar tidak menggantung khususnya pada tanah yang gembur atau berongga.
  1. Pemeliharaan Benih di Bedengan Pembenihan
  1. Penyiraman benih dilakukan dengan melihat kelembaban suhu lingkungan dan cuaca.
  2. Banyaknya cahaya matahari yang dibutuhkan benih kopi sekitar 25%, dinaikkan secara bertahap, caranya dengan membuka atap atau naungan sedikit demi sedikit sehingga intensitas cahaya yang masuk semakin lama semakin besar.
  3. Melakukan penggemburan tanah atau media tanam setiap 2 bulan sekali secara rutin.
  4. Melakukan pemupukan secara berkala disesuaikan dengan umur benih. berikut ini pedoman pemupukan:
  • Benih umur 1-3 bulan; dosis pupuk yaitu Urea 1 gram dicampur TSP 2 gram dan KCl 2 gram. Pupuk bisa dibenamkan atau dicampurkan dengan air.
  • Benih umur 3-8 bulan; dosis pupuk yaitu Urea 2 gram, diberikan setiap 2 minggu sekali. Bisa dibenamkan ke tanah media atau berupa larutan dengan dicampur air dengan konsentrasi 0.2%, banyaknya urea 50-100 mililiter untuk setiap benih per/ 2 minggu sekali.
  1. Lakukan pengendalian hama dan penyakit pada benih baik secara manual atau dengan cara kimiawi. Beberapa jenis hama yang sering menyerang benih kopi diantaranya ulat, bekicot dan belalang. Penyakit yang sering menyerang benih kopi yaitu Rebah batang (Rizoctonia solani).
  1. Lama pemeliharaan benih kopi sampai siap tanam di lahan perkebunan berkisar antara 10 – 12 bulan yang dihitung dari masa penyemaian benih.

Artikel Terkait: