Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 5 – Cara Pembibitan Kopi Vegetatif (Klon)

pedoman teknis budidaya kopi pembibitan vegetatif klon 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 5 - Cara Pembibitan Kopi Vegetatif (Klon)

Pembibitan Secara vegetatif (Pembenihan Secara Sambungan)

Pembibitan pada tanaman kopi bisa dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Pembibitan secara vegetatif merupakan pembibitan dengan cara menyambungkan bagian batang dua jenis atau lebih bibit tanaman kopi dari jenis yang berbeda agar diperoleh bibit unggul.

Keberhasilan penyambungan bibit kopi dari jenis yang berbeda tergantung pada beberapa hal berikut ini:

– Batang bagian bawah harus kuat dan tegap

– Bahan entres atau batang tanaman bibit kopi bagian atas sebaiknya berukuran sama dengan batang bagian bawah yang akan disambungkan.

– Sarana yang digunakan baik bibit, bahan entres maupun peralatan harus bersih.

– Waktu penyambungan harus cepat agar kesegaran batang tanaman terjaga

– Keterampilan saat menyambung

Sambungan Stadium Kepelan (Fase Serdadu)

pedoman teknis budidaya kopi pembibitan vegetatif klon » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 5 - Cara Pembibitan Kopi Vegetatif (Klon)

Penyambungan benih tanaman kopi bisa dilakukan ketika benih kopi sudah mengeluarkan sepasang daun yang dikenal dengan fase serdadu atau fase kepelan. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan sambungan benih kopi diantaranya sebagai berikut :

  1. Penyambungan dilakukan antara batang bawah dari satu jenis bibit tanaman kopi dengan batang atas dari jenis yang lain.
  2. Antara batang bawah dan batang atas harus menggunakan benih dari stadium atau fase yang sama, dalam hal ini menggunakan benih fase kepelan.
  3. Batang bawah dan batang atas sebaiknya berukuran sama.
  4. Cara menyambungkan kedua bagian batang (bagian atas dan bagian bawah) bisa dilakukan dengan dua cara:
  • Cara pertama; Bagian atas dari batang bawah disayat dengan cara dipotong membentuk huruf V dengan bagian atasnya terbuka, dan batang atas bagian bawah disayat membentuk huruf V juga dengan bagian yang runcing kebawah, kemudian kedua batang tersebut dirapatkan dengan cara menyisipkan batang atas ke bagian batang bawah. Kemudian diikat dengan tali, kain, pelepah daun pisang, atau lainnya.
  • Cara kedua; bagian atas disayat miring, begitu pula batang bagian atas disayat miring dengan arah yang berlawanan sehingga kalau disatukan bisa membentuk batang yang tegak, kemudian dirapatkan dan diikat.
  1. Bagian kambium batang atas dan batang bawah ketika direkatkan harus bersatu atau bersambung, paling tidak kambium dari salah satu sisi batang atas dan batang bawah harus bersambung.
  2. Setelah kedua bagian batang diikat, tanamlah bibit ke dalam media tanam. Bagian akar tunggang dipotong sebagian agar tidak terlalu panjang, kemudian ditanam.
  3. Penyiraman tanaman dilakukan sehari dua kali atau sesuai dengan keadaan.

Sambungan Fase Benih

Fase benih merupakan fase tanaman kopi sudah mulai tumbuh membesar dimana ukuran batang seukuran pensil. Berikut ini beberapa hal yang harus diperhatikan dalam melakukan sambungan dua batang dari jenis yang berbeda pada fase benih, diantaranya sebagai berikut:

  1. Siapkan benih yang akan disambung

Sayatlah batang bagian bawah dari jenis yang siap disambung dengan ukuran batang sebesar pensil, dan batang bagian atas dari bibit yang berbeda. Kemudian sambungkan dengan teknik peyambungan sama seperti penyambungan pada fase kepelan. Ikatlah sambungan dengan tali raffia, potongan kain, benang goni, plastik atau pelepah pisang.

  1. Upayakan batang bagian atas dan batang bagian bawah berukuran sama, dan ketika kedua batang disambung, bagian kambium ditengah batang bersambung.
  2. Daun-daun yang menempel pada batang harus disisakan sebagian (1-3 pasang daun), dan daun pada batang atas dipotong sebagian.
  3. Sambungan ditutup dengan sungkup dari plastik transparan (seperti sungkup plastik pada stek), kemudian ikatlah pangkal sungkup plastik agar air tidak masuk.
  4. Hindarkan sambungan dari sinar matahari langsung selama 2 minggu.
  5. Amati hasil sambungan, bila setelah dua minggu warna batang tetap hijau berarti sambungan berhasil.
  6. Ikatan sambungan bisa dilepas bila tunas yang tumbuh sudah cukup besar.

Artikel Terkait: