Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 3 – Penanaman Penaung Kopi

pedoman teknis budidaya kopi penanaman penaung kopi 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 3 - Penanaman Penaung Kopi

Langkah-langkah pedoman teknis budidaya kopi penanaman penaung dilakukan setelah langkah pemilihan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi baik dari segi iklim maupun kondisi tanah, dan persiapan lahan yang akan ditanami kopi dari mulai pembukaan lahan dan pengendalian gulma serta pembuatan lubang tanam dan pengaturan jarak tanam selesai dilakukan, maka lahan bisa ditanami tanaman penaung dan setelah itu sebaiknya dibiarkan dulu selama 6 bulan.

Pada periode tersebut lahan bisa ditanami tanaman semusim yang bisa menghasilkan bagi pembudidaya kopi, seperti tanaman kacang-kacangan, palawija dan lainnya. Pada periode ini pula dilakukan penanaman pohon penaung. Penanaman pohon penaung yang terbaik adalah satu tahun sebelum menanam kopi.

Namun bila pada saat pembukaan lahan kebun kopi sudah ada tanaman penaung yang tidak ditebang, maka pada periode ini bisa menambah tanaman penaung terutama tanaman penaung tetap dan tanaman penaung sementara yang bisa menahan erosi tanah, karena kerusakan tanah akibat erosi sering terjadi pada periode ketika bibit kopi belum ditanam ketika lahan masih kosong dimana tidak ada perakaran pohon yang bisa menahan degradasi tanah akibat erosi.

pedoman teknis budidaya kopi penanaman penaung kopi 1 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 3 - Penanaman Penaung Kopi

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pedoman teknis budidaya kopi penanaman penaung diantaranya sebagai berikut:

  1. Syarat pohon penaung

Fungsi pohon penaung adalah untuk melindungi bibit tanaman kopi dari panas dan hujan juga menahan erosi tanah. Oleh karena itu pohon penaung harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:

  1. Pilih pohon penaung yang memiliki perakaran yang dalam

Pohon penaung harus dipilih yang memiliki akar tunggang yang menembus ke dalam tanah agar pohon berdiri kokoh sehingga bisa menahan terpaan angina dan hujan dan akarnya bisa melindungi lahan dari erosi.

  1. Percabangan pohon mudah diatur.

Pilih pohon penaung yang cabangnya bisa diatur sehingga tidak menutupi lahan budidaya kopi, dan cahaya matahari bisa masuk ke lahan budidaya kopi.

  1. Pohon penaung dengan daun kecil, kuat dan cahaya matahari bisa menyebar pada lahan

Pilihlah jenis pohon penaung yang memiliki daun berukuran kecil-kecil, kuat tidak mudah rontok dan tidak menghalangi masuknya sinar matahari ke lahan budidaya kopi.

  1. Pohon penaung berumur panjang

Pilih pohon penaung yang sudah diketahui berumur panjang seperti pohon kayu-kayuan sehingga tahan lama.

  1. Pohon penaung yang menghasilkan bahan organic

Pilih pohon penaung yang bisa menghasilkan bahan organik yang bisa bermanfaat untuk menambah kesuburan lahan, diantaranya bisa digunakan untuk bahan pupuk hijau dan hindari penanaman pohon penaung yang memiliki sifat racun.

  1. Pohon penaung multi guna untuk pakan ternak

Pilih pohon penaung yang bisa bermanfaat untuk makanan ternak baik dimanfaatkan daunnya atau rantingnya.

  1. Pohon penaung yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi

Pilih pohon penaung yang sudah diketahui mendukung budidaya kopi, dan jangan memilih pohon penaung yang bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit yang sering menyerang tanaman kopi.

  1. Pohon Penaung sementara

  1. Pohon penaung sementara bisa menahan erosi pada permukaan tanah

Pilihlah pohon penaung yang perakarannya kuat agar bisa menahan erosi pada lahan kopi

  1. Pohon penaung sementara bisa menambah kesuburan tanah

Pohon penaung bisa dimanfaatkan daun-daunnya yang berjatuhan untuk tambahan pupuk organik.

  1. Pohon penaung sementara bisa menghambat pertumbuhan gulma

Dengan adanya pohon penaung sementara di lahan kopi maka pertumbuhan gulma bisa ditekan.

  1. Pohon penaung sementara sebaiknya ditanam 1 tahun sebelum penanaman bibit kopi.
  1. Pohon penaung sementara ditanam secara berjajar

Jarak tanam pohon penaung sementara sekitar  2 – 4 meter atau mengikuti kontur lahan yang tersedia.

  1. Penaung tetap

  1. Pohon penaung tetap sangat dibutuhkan untuk budidaya kopi berkelanjutan.
  2. Pohon penaung sangat membantu mencegah erosi dan degradasi lahan.
  3. Berikut ini beberapa pohon penaung tetap yang sering digunakan pada lahan kopi di Indonesia diantaranya: pohon lamtoro (Leucaena sp.), sengon (Paraserianthes falcataria), Gliricidia, dadap (Erythrina sp.), Kasuari (Casuarina sp.) dan kelapa.
  4. Pohon  jeruk keprok sangat baik digunakan sebagai penaung tetap di dataran tinggi.
  5. Pohon penaung yang tak berbiji seperti lamtoro tidak berbiji bisa diperbanyak dengan stek atau okulasi. Jarak tanam sekitar 2 meter x 2,5 meter, setelah besar pohon penaung dijarangkan menjadi 4 meter x 5 meter.
  6. Pohon kasuari (Casuarina sp.) banyak terdapat di Papua dan Papua Barat sangat baik ditanam didataran dengan ketinggian di atas 1.500 meter di atas permukaan laut.

Rujukan  : Good Agriculture Practices on Coffee, Kementrian Pertanian, 2014

Artikel Terkait: