Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 2 – Persiapan Lahan Tanaman Kopi

pedoman teknis budidaya kopi persiapan lahan kebun kopi 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 2 - Persiapan Lahan Tanaman Kopi

Pedoman teknis budidaya kopi setelah pemilihan lahan yang cocok dan sesuai untuk tanaman kopi adalah persiapan lahan dari mulai pembukaan lahan, mengatur jarak tanam dan pengendalian erosi. Setelah lahan dipilih yang paling sesuai dengan memenuhi persyaratan, lahan harus disiapkan dan diolah agar memenuhi persyaratan untuk tumbuh kembang tanaman kopi. Bila lahan dirasa masih kurang optimal, perlu adanya upaya-upaya perbaikan lahan agar tanaman kopi bisa tumbuh secara optimal.

pedoman teknis budidaya kopi persiapan lahan kebun kopi » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 2 - Persiapan Lahan Tanaman Kopi

Langkah-langkah pada pedoman teknis budidaya kopi terkait persiapan lahan diantaranya sebagai berikut:

  1. Pembukaan lahan

Pedoman teknis pembukaan lahan untuk budidaya kopi diantaranya sebagai berikut :

  1. Pembongkaran pohon-pohon

Langkah pertama pembukaan lahan untuk budidaya kopi adalah mengosongkan lahan yang akan ditanami bibit kopi dengan cara menebangi pohon-pohon yang ada di lahan baru, kecuali pohon pelindung, kemudian dilakukan pembongkaran tunggul pohon yang sudah ditebang beserta perakarannya.

  1. Pembongkaran tanaman perdu

Langkah selanjutnya adalah membongkar tanaman perdu beserta perakarannya dan mencabut tanaman-tanaman kecil seperti gulma, rumput liar dan lain sebagainya.

  1. Hindari pembakaran lahan

Pembukaan lahan sebaiknya tanpa pembakaran lahan sebab akan mempengaruhi unsur hara tanah dan mencemari lingkungan tanah dan lingkungan eko sistem sekitarnya.

  1. Gunakan Herbisida secara bijak

Penggunaan herbisida untuk mematikan gulma secara kimiawi merupakan langkah kedua bila gulma sulit dicabut atau dibersihkan secara manual tergantung jenis gulmanya, sedapat mungkin gulma dibersihkan secara manual. Bila akan menggunakan herbisida gunakan sesuai dengan kebutuhan seefektif dan seefisien mungkin.

  1. Pengendalian gulma
  • a. Pengendalian gulma dengan cara manual

Rebahkan batang tanaman gulma dan alang-alang, bisa dibantu dengan menggunakan potongan kayu atau drum, dengan perebahan maka tanaman gulma akan kering dan mati dan tidak akan tumbuh tunas baru.

  • b. Pengendalian gulma dengan penggunaan herbisida

a) Semprotlah gulma dan alang-alang yang sedang tumbuh dengan herbisida sistemik yang sesuai.

b) Setelah gulma dan alang-alang mati dan rebahkan sampai kering.

c) Lahan untuk budidaya kopi setelah dibersihkan bisa ditanami tanaman semusim untuk persiapan budidaya kopi.

d) Bersamaan dengan itu lahan siap ditanami penaung dan tanaman kopi, dengan tahap-tahap seperti telah diuraikan di atas.

  1. Manfaatkan sebagian pohon sebagai penaung tetap

Gunakan sebagian pohon-pohon kayu yang berdiameter dibawah 30 cm dan pilihlah pohon yang memiliki nilai ekonomi tinggi sebagai penaung tetap. Sebagai pedoman jumlah pohon yang digunakan untuk penaung bibit kopi sebanyak 200-500 pohon per hektar lahan, dan usahakan pohon-pohon berjajar dengan arah utara-selatan.

  1. Pembersihan lahan

Setelah pohon-pohon dan gulma dicabut, bersihkanlah lahan budidaya kopi agar mudah diolah dan ditanami. Simpanlah dan tumpuklah kayu-kayu pohon yang ditebang di pinggir lahan dengan penyimpanan yang baik dan teratur.

  1. Pembuatan jalan

Buatlah jalan setapak dengan lebar disesuaikan dengan lahan dan sesuai kebutuhan. Jalan ini disiapkan untuk jalan produksi untuk memudahkan proses budidaya dari mulai pengangkutan bibit, pupuk, dan pengangkutan hasil panen. Pembuatan jalan disertai dengan pembuatan saluran drainase untuk aliran air agar teratur dan yang utama agar air tidak menggenangi lahan.

  1. Pembuatan teras

Buatlah teras-teras pada lahan budidaya kopi yang memiliki kemiringan lebih dari 30% agar terhindar dari dampak buruk erosi tanah terutama ketika musim penghujan. Bibit kopi sebaiknya ditempatkan pada lahan yang datar atau kemiringan kurang dari 30%. Buatlah teras dan bagian yang rata pada teras digunakan untuk penanaman bibit kopi.

 

  1. Mengatur lubang tanam dan jarak tanam

  1. Setelah lahan bersih dan siap ditanami, langkah pertama adalah menanam pohon penaung sementara dan penaung tetap. Cara mengatur jarak tanam pohon penaung adalah dengan ketentuan; bila lahan tanah datar-berombak dimana kemiringan lereng kurang dari 30% maka jejerkan tanaman secara berbaris sesuai arah dari utara ke selatan, sedangkan pada lahan miring jarak tanam dan posisi pohon penaung disesuaikan dengan kontur teras atau mengikuti lahan.
  2. Kemudian buatlah lubang tanam untuk tanaman kopi dengan jarak antara lubang tanam sesuai dengan ketentuan jarak tanam kopi yang terstandar. Ukuran lubang tanam disesuaikan dengan kontur tanah, namun sebagai panduan secara umum ukuran lubang tanam tanaman kopi; ukuran lubang tanam dipermukaan tanah 60cm x 60cm, dan lubang di dalam tanah 40cm x 40cm, dan kedalaman tanah 60cm.
  3. Jarak tanam kopi antar lubang tanam disesuaikan dengan jenis kopi yang ditanam dimana masing-masing tipe bibit memiliki ketentuan jarak tanam masing-masing, dari mulai berjarak 2mx2m, 2mx2,5m, 2mx3m, 3mx3m atau 2,5mx4m.
  4. Pembuatan lubang sekitar 6 bulan sebelum penanaman bibit kopi.
  5. Lahan tanah yang memiliki kadar bahan organik yang rendah dan kurang gembur ditambahkan pupuk, isilah lubang tanam dengan campuran pupuk hijau dan pupuk kandang.
  6. Biarkan lubang tanam, dan sebaiknya lubang tanam ditutup kembali sekitar 3 bulan sebelum penanaman kopi dimulai, agar batu-batu dan sisa akar tidak masuk ke lubang tanam.
  7. Lahan yang kosong selama persiapan lahan sebelum ditanami bibit kopi bisa ditanami tanaman semusim seperti ubi jalar, kacang-kacangan, jagung atau keladi. Tanaman semusim tersebut disesuaikan dengan kebutuhan petani, bibit yang tersedia dengan mudah, dan kebiasaan tanam di daerah tersebut serta dengan melirik peluang pasar yang ada.

 

  1. Pengendalian Erosi

  1. Pengendalian erosi terutama dilakukan pada lahan yang memiliki kemiringan cukup tinggi untuk menghindari degradasi tanah, terutama dimusim hujan. Tenggang waktu persiapan tanam dan ketika tanaman belum berbuah. Bila tanaman kopi sudah dewasa dan perakaran sudah kuat maka pengaruh air hujan tidak terlalu merusak lahan karena dapat ditahan oleh akar tanaman.
  2. Pada lahan miring perlu dibuat teras yang menyerupai tangga untuk mengurangi pengaruh air hujan dan mencegah erosi.

#Rujukan  : “Good Agriculture Practices on Coffee”, Kementrian Pertanian, 2014

 

Artikel Terkait: