Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 1 – Pemilihan Lahan Tanaman Kopi

pedoman teknis budidaya kopi pemilihan lahan 1024x480 » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 1 - Pemilihan Lahan Tanaman Kopi

Pedoman teknis budidaya kopi (bagian 1) menyangkut pemilihan lahan. Dalam budidaya kopi yang efektif dan efisien langkah pertama yang harus dilakukan adalah pemilihan lahan yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman kopi. Lahan yang baik digunakan untuk budidaya kopi memiliki persyaratan tertentu yang berbeda-beda untuk tiap jenis kopi yang akan dibudidayakan. Disinilah pentingnya pemilihan lahan sebab bila lahan yang dipilih tidak memenuhi persyaratan untuk tumbuhnya tanaman kopi secara optimal maka akan berpengaruh terhadap hasil panen.

Dalam pemilihan lahan dalam teknis budidaya kopi, tiap jenis kopi memiliki syarat yang berbeda dalam hal ketinggian tempat, jenis tanah yang tersedia di suatu daerah, dan hal-hal yang berhubungan dengan iklim dan cuaca terutama menyangkut berapa lama bulan kering dalam satu tahun. Persyaratan lain yang memenuhi untuk tumbuh kembang tanaman kopi selain persyaratan lahan relatif sama seperti pembibitan, pemupukan dan lainnya tidak jauh berbeda untuk seluruh jenis kopi.

pedoman teknis budidaya kopi pemilihan lahan » Pedoman Teknis Budidaya Kopi Mudah Praktis Bagian 1 - Pemilihan Lahan Tanaman Kopi

Pedoman teknis budidaya kopi terkait pemilihan lahan diantaranya sebagai berikut:

  1. Iklim

Pada prinsipnya persyaratan tumbuh tanaman kopi sangat baik dibudidayakan didaerah beriklim tropis dan subtropis dengan ketinggian tempat yang disesuaikan dengan bibit jenis kopi yang ditanam,  dan suhu udara yang mendukung pertumbuhan tanaman kopi.

  1. Curah hujan

Curah hujan tahunan yang sangat sesuai untuk budidaya kopi berkisar antara 1.500-2.000 mm, bila curah hujan 1.250 mm per tahun cukup sesuai, dan bila curah hujan tahunan dibawah 1000 mm maka lahan tersebut tidak sesuai untuk budidaya kopi.

  1. Lama bulan Kering

Lahan yang memiliki bulan kering 2-3 bulan dalam satu tahun sangat sesuai untuk budidaya kopi, dan lahan dengan bulan kering 3-4 bulan per tahun sesuai dan cukup optimal, sedangkan lahan dengan lama bulan kering sekitar 4-5 bulan kurang sesuai untuk budidaya kopi walaupun masih bisa, dan bila lahan memiliki bulan kering lebih dari 5 bulan dalam satu tahun maka lahan tersebut tidak sesuai untuk budidaya kopi.

  1. Kedalaman Lahan Efektif

Lahan tanah untuk perkebunan kopi harus subur  dan lapisan permukaan tanah harus gembur serta masih mendukung untuk pertumbuhan kopi sampai kedalaman lebih dari 1 meter, dalam arti tanahnya masih gembur sampai kedalaman 1 meter sehingga akar tanaman kopi masih memungkinkan untuk tumbuh ke bawah. Lahan yang paling sesuai untuk budidaya kopi adalah yang memiliki kesuburan (efektif) sampai kedalaman 150 cm lebih. Lahan tanah yang memiliki kesuburan efektif sampai kedalaman 100 cm – 150 cm sangat sesuai dan optimal untuk budidaya kopi.

Sementara lahan yang efektif sampai kedalaman antara 60 cm – 100 cm kurang sesuai untuk budidaya kopi namun masih bisa digunakan bila kesuburan tanah bagian bawah ditingkatkan, namun bila lahan memiliki kesuburan sampai kedalaman 60 cm lahan tersebut tidak sesuai untuk budidaya kopi, dan tentunya harus diolah dulu sampai memiliki kesuburan hingga kedalaman minimal 1 meter di bawah tanah.

  1. Tekstur Tanah

Tekstur tanah yang paling sesuai untuk kebun kopi adalah tanah yang memiliki tekstur lempung berpasir, lempung berdebu, tanah lempung yang bercampur tanah liat, tanah lempung berdebu, dan tanah lempung yang mengandung tanah liat berdebu, seluruhnya sangat efektif digunakan sebagai lahan untuk budidaya kopi. sebaiknya struktur tanah jangan terlalu miring, kemiringan yang baik sebaiknya dibawah 30%.

Sementara tekstur tanah pasir namun masih berlempung pun sesuai untuk budidaya kopi, juga tanah liat berpasir dan tanah liat berdebu masih sesuai digunakan lahan budidaya kopi. Namun bila lahan terdiri dari tanah liat saja kurang cocok digunakan lahan budidaya kopi, dan bila tekstur tanah pasir saja atau tanah liat berat maka lahan tersebut tidak cocok untuk budidaya kopi karena kegemburan tanah sulit dipertahankan.

  1. Genangan

Lahan tanah yang sangat sesuai untuk budidaya kopi adalah lahan yang tidak tergenang air, namun air bisa menyerap ke bawah. Bila lahan selalu tergenang air antara 1-7 hari lahan tersebut kurang baik untuk lahan budidaya kopi tapi masih bisa diusahakan dengan mengupayakan dengan mengurangi genangan air atau membuat sistem drainase yang baik dengan mengatur air masuk dan keluar tetapi jangan sampai menggenangi lahan budidaya kopi. Namun bila lahan selalu tergenang lebih dari 7 hari maka lahan demikian tidak cocok digunakan untuk perkebunan kopi.

  1. pH tanah

Disamping itu tanah yang digunakan untuk budidaya harus tanah yang cukup subur dengan pH (Kadar keasaman) tanah yang ideal dan sangat sesuai untuk lahan budidaya kopi berkisar antara 5,5 – 6. Lahan tanah dengan pH 6,1-7 masih sesuai dan baik untuk budidaya kopi, namun lahan dengan pH tanah antara 7,1 – 8 maka kurang baik untuk budidaya kopi, dan tanah dengan pH mencapai 8 lebih tidak sesuai untuk lahan budidaya kopi. Tanah tersebut harus diolah dengan pengkapuran dan pemupukan sampai pHnya sesuai untuk budidaya kopi

  1. Unsur Hara

Selain itu tanah untuk lahan budidaya kopi harus mengandung unsur hara yang baik untuk pertumbuhan tanaman kopi yang optimal  diantaranya harus mengandung bahan organik yang cukup dan mengandung karbon lebih dari 2%, mengandung unsur-unsur hara tanah seperti unsur N, P, K, Cad an Mg yang cukup sampai tanaman kopi tumbuh tinggi, hal ini bisa didukung dengan pemberian pupuk yang mengandung unsur-unsur hara tersebut secara berkala.

#Rujukan  : Good Agriculture Practices on Coffee, Kementrian Pertanian, 2014

Artikel Terkait: