Kopi Gayo, Kopi Arabika Organik Kualitas Dunia

budidaya kopi gayo2 982x480 » Kopi Gayo, Kopi Arabika Organik Kualitas Dunia

Kopi gayo (Gayo coffee) adalah varietas kopi arabika yang ditanam di Dataran Tinggi Gayo, Sumatera, dan menjadi salah satu komoditi kopi unggulan Indonesia sebagai kopi organik yang terbaik di dunia. Saat ini kopi gayo sudah dikenal sebagai kopi arabika organic kualitas dunia dengan standar kualitas teratas di dunia Internasional.

Kopi gayo merupakan kopi jenis arabika yang ditanam di perkebunan kopi seluas 81.000 hektar pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut di wilayah Kabupaten Bener Meriah (42.000 hektar), wilayah Gayo Lues (sebagian kecil lahan) dan Kabupaten Aceh Tengah (39.000 hektar) provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD), Indonesia.

Masyarakat Gayo dikenal sebagai petani kopi dan mulai mengambangkan perkebunan kopi semenjak 1908. Saat ini perkebunan kopi tersebut menjadi salah satu sentra perkebunan kopi arabika terbesar di Asia.

Aroma dan Rasa Kopi Gayo

Kopi arabika Gayo hasil produksi di dataran tinggi Gayo terkenal memiliki citarasa yang khas. Ciri khas kopi arabika Gayo terletak pada tiga segi kualitas kopi yaitu;

  1. Aroma kopi arabika yang nikmat
  2. Kualitas rasa yang memiliki citarasa yang kompleks
  3. Kekentalan kopi yang kuat

Kualitas kopi Gayo sudah dikenal dunia Internasional hal ini disebabkan kenikmatan kopi Gayo yang khas yaitu bila ditest dengan cara di cupping aroma dan rasa kopi gayo memiliki citarasa kopi yang ada di dunia. Kualitas ini didapatkan karena beberapa hal seperti faktor ketinggian, jenis benih yang unggul, cara pengolahan yang baik dan faktor lain yang mendukung terciptanya kualitas kopi yang tinggi.

Perkembangan Kopi Gayo

Asal mula perkebunan kopi di daerah Gayo, provinsi Aceh, ketika tanaman kopi mulai diperkenalkan oleh seorang berkebangsaan Belanda ke Indonesia pada abad ke-17. Benih tanaman kopi yang didapatkan dari Arabia dibawanya ke Batavia (Jakarta), Indonesia.

budidaya kopi gayo2 » Kopi Gayo, Kopi Arabika Organik Kualitas Dunia

Benih kopi arabika yang dibawa dari Arabia ditanam dan dikembangkan di daerah Jatinegara, Jakarta yang saat ini bernama daerah Pondok Kopi. Dari Pondok Kopi ini benih kopi disebarkan hingga mencapai ke tanah Gayo Aceh Tengah, hingga daerah ini menjadi sentra kopi berkualitas ekspor hingga sekarang. Semenjak saat itu masyarakat Gayo berprofesi sebagai pembudidaya kopi dan mencapai kesuksesan membudidayakan kopi berkualitas ekspor hingga kini.

Saat itu daerah Gayo menjadi pusat pengolahan kopi dengan didirikannya pabrik pengolahan kopi yang bukti-bukti arkeologisnya ada hingga sekarang di daerah tersebut sebagai situs-situs peninggalan zaman Belanda dengan hadirnya kampung-kampung masyarakat Gayo disekitar area perkebunan kopi di daerah Kabupaten Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Bener Meriah . Hal ini mengokohkan daerah gayo sebagai salah satu sentra perekonomian yang penting.

Prestasi Kopi Gayo di Dunia Internasional

Kopi Gayo telah mendapat pengakuan dari dalam dan luar negeri sebagai kopi arabika organic yang berkualitas tinggi. Berikut ini beberapa anugerah dan penghargaan yang diraih kopi Gayo, diantaranya:

  1. Kualitas tinggi dari kopi arabika Gayo telah mengantarkannya pada prestasi sebagai “the Best No 1” dari kopi arabika di daerah lainnya, dengan peringkat tertinggi saat cupping score, yang dinominasikan oleh Conference on Coffee Science yang diselenggarakan di Bali pada bulan Oktober 2010
  2. Organisasi Internasional Fair Trade menganugerahkan Fair Trade Certified™ bagi kopi Gayo pada tanggal 27 Mei 2010.
  3. Menteri Hukum dan HAM Indonesia memberikan sertifikat sertifikat IG (Indikasi Geografis).

Kualitas kopi Gayo yang memiliki banyak anugerah dan penghargaan dari dunia internasional membuktikan bahwa kopi gayo merupakan kopi organik terbaik dunia hasil produksi kopi nusantara.

Ekonomi Kopi Gayo di Dunia Perdagangan Kopi Internasional

Kopi Gayo merupakan salah satu dari jajaran kopi termahal di dunia sebagai kopi komoditas ekspor. Daerah tujuan ekspor kopi gayo meliputi Uni Eropa dan Amerika Serikat. Permintaan kopi asal Gayo terbilang tinggi dan tidak terpengaruh oleh krisis ekonomi di Eropa.

Artikel Terkait: