Ketahui Faktor Penyebab Perbedaan Citarasa dan Aroma Kopi

faktor penyebab pembeda citarasa aroma kopi 1024x480 » Ketahui Faktor Penyebab Perbedaan Citarasa dan Aroma Kopi

Aroma dan rasa kopi bisa berbeda walaupun berasal dari jenis kopi yang sama, misalnya kopi berjenis arabika yang berasal dari dua daerah yang berbeda bisa memiliki citarasa dan aroma yang berbeda, begitu juga kopi jenis robusta, liberika dan lainnya. Perbedaan citarasa dan aroma kopi disebabkan oleh beberapa hal berikut ini:

  1. Karakteristik daerah asal kopi yang berbeda

Perbedaan citarasa dan aroma kopi disebabkan oleh kondisi lahan yang berbeda. Kondisi lahan kopi suatu daerah memiliki tingkat kesuburan unsur hara tanah seperti pada daerah tertentu lebih banyak unsur N atau unsur P dan lainnya, pH tanah suatu daerah juga memiliki keasaman yang berlainan ada lahan yang lebih asam namun tanaman kopi tumbuh dengan baik, suhu perkebunan yang berbeda berkaitan dengan ketinggian lahan di atas permukaan laut, dan kelembaban lahan yang berbeda terkait banyaknya curah hujan dan kerapatan pohon penaung. Perbedaan kondisi daerah perkebunan kopi akan mempengaruhi citarasa dan aroma kopi yang dihasilkan, ada kopi yang lebih asam, ada biji kopi yang lebih pahit pertanda kafeinnya lebih banyak, ada kopi yang beraroma kayu, ada kopi yang beraroma tanah dan lain sebagainya.

  1. Benih yang berbeda

Perbedaan citarasa dan aroma kopi disebabkan oleh perbedaan benih. Perbedaan benih kopi akan menghasilkan citarasa dan aroma yang berbeda pula, misalnya benih yang didapat dengan pengembangbiakan secara generatif (biji kopi) akan memiliki citarasa seperti tanaman kopi inangnya namun bila ditanam di daerah berbeda bisa menghasilkan citarasa dan aroma yang berbeda pula.

faktor penyebab pembeda citarasa aroma kopi » Ketahui Faktor Penyebab Perbedaan Citarasa dan Aroma Kopi

Benih kopi yang didapat dengan cara klon atau menggabungkan batang beberapa jenis kopi yang memiliki keunggulan tertentu untuk dijadikan bibit unggul (poliklonal). Masing-masing jenis yang disambung (di klon) jadi satu pohon akan menghasilkan citarasa gabungan dari berbagai jenis kopi, dan kadang-kadang muncul citarasa dan aroma dari klon kopi yang paling dominan. Dalam mengklon tanaman kopi bisa bercampur antara jenis robusta dan jenis arabika dalam satu batang tanaman kopi yang diklon, hal ini tentu bisa menghasilkan citarasa dan aroma kopi yang lebih unik.

  1. Cara pengolahan yang berbeda

Perbedaan citarasa dan aroma kopi disebabkan oleh perbedaan cara pengolahan biji kopi. Cara pengolahan kopi yang berbeda akan menghasilkan citarasa dan aroma kopi yang berbeda pula. Aroma kopi yang diolah dengan disangrai (roasted) dan kopi hijau (belum disangrai) akan berbeda, termasuk tingkat kepahitannya pun berbeda karena kadar kafein kopi sangrai dengan kopi hijau berbeda. Aroma dan citarasa kopi yang diolah dengan cara kering (dry processed) akan berbeda dengan kopi yang diolah secara basah (wet processed), karena dalam pengolahan yang menggunakan suhu bertekanan tinggi atau menggunakan sistem perebusan, sedikit banyak akan menguapkan senyawa penghasil citarasa kopi. Hal ini tentunya akan berbeda dengan cara pengolahan kopi tradisional yang hanya mengandalkan penjemuran pada cahaya matahari tanpa perebusan.

  1. Cara pengemasan yang berbeda

Perbedaan citarasa dan aroma kopi disebabkan oleh perbedaan cara mengemas kopi. Cara pengemasan kopi yang berbeda akan menghasilkan aroma dan citarasa kopi yang berbeda, misalnya pengemasan kopi yang telah disangrai dan didinginkan kemudian ditutup plastik atau wadah yang kedap udara, akan memiliki aroma yang berbeda dengan kopi yang dibiarkan pada wadah yang terbuka. Kopi bubuk biasa yang jika diseduh akan meninggalkan ampas akan memiliki aroma dan rasa yang berbeda dengan kopi yang diolah dengan teknologi penyaringan bertekanan tinggi sehingga menghasilkan kopi instan tanpa ampas.

  1. Cara penyajian yang berbeda

Cara penyajian kopi memainkan peranan yang besar dalam membentuk citarasa dan aroma kopi yang berbeda, misalnya kopi yang disajikan dengan mencampur air panas ke dalam gelas akan berbeda dengan kopi yang disajikan dengan merebus bubuk kopi pada air yang mendidih sampai matang, karena pada kopi yang dididihkan dalam waktu yang cukup lama akan menguapkan sebagian besar kafein sehingga rasanya tidak sepahit kopi yang dicampur air panas di gelas yang penguapan kafeinnya tergolong rendah.

Penyajian kopi dengan mencampur jenis kopi utama misalnya kopi yang harganya mahal dengan berbagai jenis kopi dengan harga standar dalam satu cangkir kopi jelas akan menghasilkan citarasa dan aroma yang berbeda dan unik tentunya.

Saat ini penyajian kopi sudah berkembang sedemikian rupa sehingga kopi bisa dicampur dengan berbagai jenis bahan lain seperti cokelat (kakao), susu dan lainnya, atau dicampur buah-buahan seperti kopi durian yang tergolong keras, dan lain sebagainya, hal ini jelas akan mengahasilkan citarasa dan aroma yang jelas berbeda pula.

Artikel Terkait: