Kerugian Akibat Gulma di Perkebunan Kopi dan Cara Mengatasinya

solusi adanya gulma pada perkebunan kopi 1024x480 » Kerugian Akibat Gulma di Perkebunan Kopi dan Cara Mengatasinya

Masalah Gulma – Gulma yang merupakan tumbuhan pengganggu atau pesaing tanaman kopi akan selalu dijumpai di perkebunan kopi. Gulma akan selalu ada baik ketika tanaman kopi masih berbentuk bibit yang sudah ditanam di lahan perkebunan, maupun ketika tanaman kopi sudah mulai tumbuh menjadi tanaman yang cukup besar namun belum menghasilkan (TBM) ataupun ketika tanaman kopi sudah menghasilkan (TM) buah kopi.

Gulma yang tumbuh subur di perkebunan kopi bila dibiarkan bisa mengganggu pertumbuhan tanaman kopi, sehingga pekerjaan pengendalian gulma menjadi satu hal yang mesti diagendakan dan mendapat perhatian serius dalam budidaya kopi. Bahkan pada perkebunan yang luas masalah pengendalian gulma akan masuk pada biaya pemeliharaan budidaya kopi sampai mencapai sekitar 15% dari total biaya pemeliharaan.

Jenis Gulma di Perkebunan Kopi

Jenis gulma yang tumbuh di perkebunan kopi di satu daerah mungkin berbeda dengan daerah lainnya, namun pada umumnya ada beberapa jenis gulma yang sering tumbuh di perkebunan kopi, diantaranya :

  • Tanaman alang-alang (Imperata cylindrica)
  • Jenis rumput-rumputan
  • Jenis teki
  • Jenis tanaman berdaun lebar
  • Tanaman Grinting (Cynodon dactylon)
  • Tanaman herba

Pada beberapa lahan perkebunan kopi terutama pada lahan yang tidak memiliki pohon penaung yang mencukupi, jenis tanaman herba dan rumput-rumputan merupakan gulma yang paling banyak dan paling cepat berkembang, bahkan sampai tinggi. Hal ini tentu saja akan mengganggu pertumbuhan tanaman kopi.

Kerugian akibat gulma pada perkebunan kopi

  1. Beberapa jenis gulma bisa menjadi inang bagi hama dan penyakit kopi, sehingga hal ini bisa membawa pada dampak kerugian yang serius.
  2. Gulma bisa mengandung zat beracun seperti fenol yang tentunya akan membawa dampak tidak baik bagi tanaman kopi
  3. Banyaknya gulma di perkebunan bisa menjadi pesaing bagi tanaman kopi dalam menyerap unsur-unsur hara di tanah atau menyerap hasil pemupukan sehingga hasil panen kopi bisa menurun. Tanaman kopi sebagian besar memiliki perakaran yang dangkal sehingga kemungkinan kalah bersaing oleh gulma sangat besar, akibat yang nyata adalah penurunan hasil produksi kopi. Bila pemupukan di tingkatkan maka akan berdampak pada penambahan biaya dan ada kemungkinan pertumbuhan gulma makin subur sehingga makin sulit dikendalikan.
  4. Pertumbuhan gulma di perkebunan kopi bila dibiarkan akan mempersulit pemeliharaan perkebunan dan berdampak pada pertambahan biaya pemeliharaan. Makin banyak gulma di perkebunan maka akan membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mengendalikan gulma, hal ini akan menambah biaya produksi.

Cara Mengatasi Gulma di Perkebunan Kopi

Pada dasarnya cara mengatasi gulma di perkebunan kopi adalah dengan perawatan lahan yang teratur. Cara yang paling umum adalah mencabut gulma yang tumbuh dengan menggunakan cangkul atau peralatan lainnya. Pengendalian gulma bisa dilakukan secara rutin pada saat akan dilakukan pemupukan tanaman kopi, yang dilakukan 2 – 3 kali sampai panen.

solusi adanya gulma pada perkebunan kopi » Kerugian Akibat Gulma di Perkebunan Kopi dan Cara Mengatasinya

Gulma yang sudah dicabut beserta perakarannya bisa di kumpulkan di satu tempat dan direbahkan hingga kering dan akarnya mati, sementara bagian daunnya bisa dijadikan pupuk hijau atau kompos, bagian perakaran gulma bisa dijadikan pupuk bila telah kering dan mati.

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan beberapa cara diantaranya cara mekanis, cara biologis, cara kimia dan cara terpadu. Penggabungan beberapa cara dapat dilakukan agar mendapat cara yang paling efektif dalam pengendalian gulma yang disesuaikan dengan kondisi lahan dan jenis gulma yang tumbuh, misalnya penggabungan cara mekanis dengan cara kimia (penggunaan herbisida).

Pengendalian gulma dengan cara kimia dilakukan dengan menggunakan herbisida yang memiliki kandungan zat aktif glifosat, sulfosat, amonium glufosinat dan paraquat yang tidak memberi efek negatif bagi tanaman kopi. Pengendalian gulma secara kimia ini biasa dilakukan sebanyak 1 sampai 5 kali dalam satu tahun tergantung perkembangan gulma di lahan kopi. Dosis herbisida yang umum diguanakan untuk pengendalian gulma alang-alang adalah 5 liter per hektar, dan jenis gulma lainnya dengan dosis 2 atau 3 liter per hektar lahan. Hal yang harus diperhatikan saat penggunaan herbisida adalah arah angin, suhu, dan kelembaban udara.

Beberapa jenis herbisida sangat efektif mematikan jenis tumbuhan tertentu (herbisida selektif) dan ada herbisida yang mematikan gulma secara umum (herbisida non-selektif). Salah satu contoh herbisida yang non-selektif adalah herbisida dengan bahan aktif glifosat yang bisa membasmi rumput-rumputan, tanaman berkayu dan tanaman berdaun lebar. Herbisida yang selektif bila digunakan secara tepat sasaran akan mempercepat proses pengendalian gulma terutama di lahan besar, tergantung jenis gulma yang paling banyak tumbuh di lahan perkebunan kopi.

Penggunaan herbisida harus dilakukan secara hati-hati karena bila mengena pada tanaman kopi maka bisa mempengaruhi pertumbuhan tanaman kopi, seperti tanaman kopi mengalami bercak daun, kekurangan nutrisa dan busuk akar.

 

Sumber: (Triharso, 1994).

Artikel Terkait: