Diversifikasi Budidaya Kopi Sistem Tumpangsari dengan Tanaman Tahunan

budidaya kopi sistem tumpangsari dengan tanaman tahunan 1024x480 » Diversifikasi Budidaya Kopi Sistem Tumpangsari dengan Tanaman Tahunan

Tanaman tahunan di lahan kopi

Pada lahan kopi selain bisa ditanami tanaman semusim pada saat persiapan lahan, bisa juga ditanami tanaman tahunan seperti pohon pisang, jeruk, cengkeh, kelapa dan lainnya sebagai tanaman tumpangsari yang bisa menghasilkan pendapatan atau hasilnya bisa dijual sehingga menambah pendapatan petani disamping pendapatan dari panen kopi.

Penanaman tanaman tahunan bisa difungsikan sebagai berikut:

  • Tanaman tahunan berfungsi sebagai tanaman penaung pohon kopi

Tanaman tahunan yang difungsikan sebagai penaung harus ditanam sesuai ketentuan penanaman tanaman penaung, diantaranya dipilih tanaman yang tidak berdaun rimbun, penanaman tanaman penaung sebaiknya dilakukan 1 tahun sebelum penanaman bibit kopi di lahan perkebunan, hal ini bisa dilakukan beriringan dengan penyemaian benih biji kopi yang nantinya bisa ditanam di lahan perkebunan setelah berumur 8-10 bulan. disamping itu pada kisaran waktu 6 bulan sebelum penanaman kopi di lahan perkebunan petani harus menyiapkan lubang tanam bibit kopi, dan waktu ini bisa dilakukan penanaman tanaman semusim di luar lubang tanam tanaman kopi yang di pasang ajir.

  • Tanaman tahunan berfungsi sebagai tanaman produktif

Bila penanaman tanaman tahunan digunakan juga sebagai tanaman produktif maka tanaman ini memiliki dua fungsi, pertama berfungsi sebagai tanaman penaung yang harus mengikuti ketentuan penanaman tanaman penaung dan kedua, berfungsi sebagai tanaman produktif artinya tanaman yang buahnya bisa memiliki nilai jual disamping nilai penjualan biji kopi.

budidaya kopi sistem tumpangsari dengan tanaman tahunan » Diversifikasi Budidaya Kopi Sistem Tumpangsari dengan Tanaman Tahunan

Tanaman tahunan sebagai tanaman produktif harus melihat kecocokan tanaman dengan kondisi lahan yang ada agar hasil produksinya tinggi dan buahnya bermutu. Hal ini bisa melihat standar penanaman tanaman produksi disesuaikan dengan syarat tanam seperti iklim, ketinggian tempat, jenis tanah yang ada, pH tanah lahan, ketersediaan unsur hara dan faktor lainnya seperti ketersediaan bibit dan kebutuhan atau permintaan pasar mikro di daerah tersebut.

Hal ini penting karena hasil panen yang tidak bisa diserap pasar akan merugikan petani sendiri atau memperkecil keuntungan, seperti berdampak pada harga yang murah karena kurangnya kebutuhan atau permintaan konsumen atau biaya pengangkutan jadi tinggi karena harus dijual ke daerah lain yang cukup jauh yang bisa mengurangi nilai keuntungan.

Sementara hasil panen tanaman produksi yang dibutuhkan didaerahnya selain sudah ada calon konsumen atau pasar, juga biaya pengangkutan kecil karena jarak pengiriman dekat, hal ini bisa memperbesar keuntungan bersih bagi petani.

  • Tanaman tahunan berfungsi sebagai pakan hewan ternak

Apabila penanaman tanaman tahunan akan digunakan sebagai pakan ternak maka fungsi tanaman tahunan diantaranya, pertama sebagai tanaman penaung, kedua berfungsi sebagai tanaman produktif, dan ketiga berfungsi sebagai pakan ternak, sehingga harus dipilih jenis tanaman yang bisa memenuhi ketiga fungsi di atas.

Cara memilih tanaman tahunan untuk ditanam dilahan kopi

  1. Tanaman tahunan dipilih yang tidak menjadi tempat tumbuhnya hama penyakit kopi atau sering disebut inang hama kopi dan tidak bersifat racun.
  2. Tanaman tahunan dipilih yang bisa diandalkan untuk dijadikan tanaman penaung bibit kopi namun bisa produktif, diantaranya pilih tanaman yang memiliki kanopi namun daunnya kecil-kecil dan berbentuk memanjang serta tidak terlalu rimbun agar tidak  menghalangi pencahayaan pada bibit tanaman kopi.

Cara menanam tanaman tahunan di lahan kopi

  1. Tanaman tahunan bisa sekaligus digunakan sebagai tanaman penaung bibit kopi, jadi teknik penanaman tanaman tahunan ini mengikuti teknik penanaman pohon penaung yang memanjang dengan arah utara – selatan. Jarak tanam pohon penaung produktif ini adalah 10 m x 10 m, namun bisa diatur dan disesuaikan dengan kondisi lahan yang penting tidak menghalangi penyebaran cahaya ke lahan bibit kopi.
  2. Pada lahan tanam kopi arabika bisa digunakan tanaman tahunan seperti jeruk, macadamia, dan lainnya. Tanama jeruk (keprok) bisa ditanam dengan jarak tanam efektif sekitar 6 meter x 6 meter atau dengan jarak tanam lebih besar sekitar 8 meter x 8 meter yang disesuaikan dengan kondisi lahan.
  3. Pada lahan tanam kopi robusta bisa digunakan tanaman tahunan seperti alpokat, kelapa, jeruk, jengkol, petai dan lain-lain. Tanaman petai, jengkol, macadamia bisa ditanam dengan jarak tanam 5 meter x 5meter, dan selanjutnya bisa dilakukan penjarangan tanaman sehingga nantinya jarak tanam menjadi 10 meter x 10 meter.

 

Artikel Terkait: